Tantangan Cuaca dan Medan, Prajurit Kodim 0313/KPR Tetap Siaga Kawal Pembangunan Jembatan

Tantangan Cuaca dan Medan, Prajurit Kodim 0313/KPR Tetap Siaga Kawal Pembangunan Jembatan

?ROKAN HULU – Memasuki awal April 2026, pembangunan Jembatan Gantung di Desa Muara Musu, Kecamatan Rambah Hilir, terus menunjukkan progres positif di tengah tantangan alam yang dinamis. Hingga Rabu (01/04/2026), tim pelaksana konstruksi Kodim 0313/KPR berhasil menjaga capaian pengerjaan pada angka 15?ngan fokus pada penyiapan struktur bawah jembatan.

?Jembatan dengan bentangan 100 meter ini direncanakan menjadi penghubung strategis bagi masyarakat Desa Muara Musu menuju Desa Sirombou Indah dan Sungai Dua Indah, yang akan melayani kebutuhan transportasi bagi lebih dari 3.000 jiwa.

?Meskipun kondisi cuaca di lokasi pengerjaan terpantau cerah pada hari ini, tim satgas di lapangan melaporkan adanya kendala signifikan pada jalur distribusi material. Curah hujan yang tinggi di wilayah sekitar dalam beberapa waktu terakhir mengakibatkan akses jalan masuk menuju lokasi menjadi berlumpur dan sulit dilalui kendaraan berat.

?Distribusi Terhambat: Dari total 5 truk pengangkut batu pecah yang dikirim, hanya 2 unit yang berhasil mencapai titik nol pembangunan.

?Sebanyak 3 truk lainnya terpaksa melakukan bongkar muat di lokasi yang berjarak sekitar 3,7 kilometer dari titik pembangunan karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan oemgangkut material

?Kondisi ini menuntut personel tim di lapangan untuk bekerja ekstra dalam melangsir material agar pengerjaan struktur tidak terhenti,?Progres Teknis Tetap Terjaga

?Secara teknis, beberapa tahapan krusial telah rampung diselesaikan oleh tim konstruksi, tim akan segera beralih ke tahap pembuatan begesting dan pengecoran beton untuk memperkuat struktur utama tower jembatan.

?Dandim 0313/KPR melalui tim lapangan menegaskan bahwa situasi di daerah pembangunan tetap aman dan terkendali. Kendala medan berlumpur yang menghambat logistik dipandang sebagai dinamika lapangan yang harus dihadapi demi mewujudkan aksesibilitas bagi masyarakat.

?"Fokus kami adalah memastikan material tetap sampai ke lokasi meski harus ditempuh dengan perjuangan ekstra. Jembatan ini adalah amanah dari Mabesad untuk rakyat, dan kami berkomitmen menyelesaikannya tepat waktu guna mengantisipasi banjir yang bisa mencapai ketinggian 7 meter di sungai ini," ujar perwakilan Satgas lapangan.

 

 

Sumber : Pendim 0313/Kpr

Editor : Ank